05
Jan 2019

4 Strategi Pricing yang Bisa Anda Gunakan dalam Bisnis Kuliner

Coba ingat masa-masa dimana Anda pertama kali memulai bisnis kuliner. Atau masa-masa dimana Anda menambahkan menu baru ke restoran Anda. Strategi apa yang Anda gunakan untuk menentukan harga?

Apakan Anda hanya melihat kompetitor dan meniru harganya? Apakah Anda hanya melihat HPP dan menaikkannya sesuai kemauan Anda sendiri? Atau Anda berpikir, “Ah, namanya nasi goreng ya dari dulu sampai sekarang harganya segini-segini aja!”

Mungkin Anda berpikir menentukan harga hanya sebatas melihat saja harga pasaran berapa dan bagaimana caranya harga Anda lebih baik dibanding dengan kompetitor. Bisa saja sih bisnis kuliner survive dengan menggunakan strategi ini doang. Tapi, jika Anda ingin membawa brand Anda ke level berikutnya maka Anda harus memikirkan lebih dalam tentang strategi pricing.

Karena sebenarnya, menentukan harga banyak sekali caranya. Di artikel kali ini saya akan bahas beberapa strategi yang bisa Anda gunakan untuk menentukan harga.


1. Harga Tanggung

Maksudnya bagaimana harga yang nanggung? Begini, daripada memberi info kalau harga makanan Anda akan dihargai 70.000, coba ganti menjadi 69.000.

Entah kenapa, secara psikologis, orang akan melihat harga 69.000 ini lebih affordable daripada ketika harganya 70.000. Padahal hanya berbeda 1.000 rupiah loh. Mungkin karena 69.000 diasosiasikan dengan, “Eh, cuma 60.000 nih!” Padahal lebih dekatnya ke 70.000!

Dengan begini, lebih banyak pelanggan yang akan memesan menu Anda yang harganya secara sengaja dibuat untuk memainkan psikologi orang lain.


2. Harga Premium

Kalau makanan dan minuman yang Anda sediakan termasuk kepada kategori unik yang orang-orang mungkin jarang dengar, Anda bisa menggunakan strategi pricing ini.

Harga premium, maksudnya mahal gak karuan, biasanya akan membuat brand Anda terlihat lebih high class (of course, kalau tempat, logo, dan lainnya juga terlihat high class ya)! Gak mungkin kan Anda set harga premium tapi tempat Anda hanya di parkiran.

Dengan harga premium, Anda bisa memanfaatkan margin yang tinggi untuk reinvest keuntungan yang tinggi itu ke promosi dan lain-lain.


3. Harga Murah Sinting

Tujuan strategi ini bisa jadi dua: brand awareness dan market penetration.

Jika Anda punya kompetitor yang menjual produk yang hampir sama, Anda bisa coba strategi ini untuk mendorong si kompetitor ke ambang kehancuran. Karena dengan begini, semua market yang ada akan pindah ke pangkuan Anda.

Dari segi brand awareness, Anda menurunkan harga hanya agar market mengetahui nama Anda. Setelah itu Anda bisa menaikan harga lagi, santai.


4. Harga Paketan

Strategi yang satu ini banyak sekali digunakan di fast food industry.

Setiap saya pergi ke McD atau ke Burger King, hampir selalu saya memesan paketannya karena memang jauh lebih murah. Nah keuntungannya apa untuk bisnis kuliner Anda?

Dengan paketan ini, Anda men-encourage pelanggan untuk spending lebih besar dari biasanya. Dari yang tadinya hanya spending 50.000 untuk makan dan minum, dengan paket dia akan spend 55.000 untuk mendapat makan, minum, plus desert.

See, dengan paket simple saja sudah bisa menaikan spending pelanggan sebesar 10%.

Setiap bisnis pasti berbeda-beda kondisi dan pasti berbeda juga strategi yang digunakan untuk menentukan harga. Anda bisa bereksperimen dengan strategi-strategi di atas dan menentukan mana strategi yang terbaik untuk bisnis Anda!


Operational Finance