05
Jan 2019

3 Strategi Marketing yang Mungkin Anda Tidak Pikirkan

Anda para pebisnis kuliner pasti sudah sering melancarkan program-program marketing yang bentuknya bermacam-macam. Ada yang menggunakan promo, ada yang menggunakan buy 1 get 1, ada yang denga menyebar poster, dan lain-lain.

Setiap strategi marketing pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mungkin ada campaign yang biayanya murah tapi reachnya kecil, ada juga campaign yang membutuhkan budget besar dan reachnya juga ke jutaan orang.

Bagaimana caranya Anda menentukan strategi marketing yang paling efektif? Sebenernya jawabannya adalah: Anda tidak akan tahu. Sebelum melancarkan campaign marketing Anda tidak akan pernah tahu apakah strategi tersebut efektif atau tidak.

Mungkin Anda mengira bahwa dengan memanfaatkan social media Anda akan bisa meningkatkan profit sebesar 20% tapi pada kenyataannya hanya krik, krik, krik... Mungkin Anda mengira menggunakan poster/flyer sudah ketinggalan jaman dan tidak akan efektif. Ternyata ketika Anda coba strategi itu malah meningkatkan profit sebesar 50%. Siapa yang tahu kan? Tidak ada yang bisa memprediksi sampai Anda mencobanya sendiri.


Nah ini ada beberapa strategi marketing yang mungkin tidak kepikiran oleh Anda tapi bisa jadi akan membawa hasil yang maksimal.

1. Host Acara atau Event

Ketika Anda memikirkan sebuah strategi marketing, mungkin strategi ini tidak muncul di pikiran Anda. Padahal jika Anda memiliki tempat yang luas atau meeting room yang bagus, bisa dipakai untuk mengundang orang ke sebuah acara.

Misalnya Bakerzin, mereka sering mengadakan kelas yang mereka namai Bakerzin Class. Sampai saat ini mereka sudah mengadakan 18 kali kelas ini. Contoh kelasnya yaitu mereka mengundan Dimasta, seorang announcer, untuk mengajarkan public speaking.

Memang sih ada HTM nya, tapi kan itu semua sudah termasuk makanan dan minuman yang disediakan oleh Bakerzin, harusnya sih itu meningkatkan sales. Coba Anda adakan event yang menarik, mungkin hasilnya bakal lebih baik dari yang Anda bayangkan!


2. Website yang Menarik

Pertama kali saya mencoba Puyo, pudding yang lembutnya bukan main bahkan hampir seperti air, saya langsung jatuh hati. Karena memang pilihan rasanya sangat banyak, dan semua varian rasanya enak! Saking jatuh hatinya saya googling2 dan pengen tahu siapa sih orang jenius yang bikin makanan ini?

Saya menemukan website Puyo Silky Desert dan ketika saya akses websitenya BEUH CANTIK LUAR BIASA. Warnanya lucu, designnya imut, kata-katanya meyakinkan, beautiful deh pokoknya. Saya langsung percaya kalau Puyo memang dimanage dengan professional dan care yang baik.

Hanya karena website, saya menjadi fans berat Puyo.


3. Blog Berkualitas

“Ah masa sih bisnis kuliner musti punya blog? Buat apa?”

Gak harus sih. Tapi lagi-lagi, coba Anda lihat Puyo. Biasanya memang bisnis yang punya blog adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa atau lainnya. Food business memang jarang. Tapi justru dengan blog yang berkualitas Anda bisa menunjukkan bahwa brand kuliner Anda memang yang paling serba tahu.


Asalkan, blog yang Anda punya bukan hanya posting artikel abal-abal yang tujuannya hanya SEO dan supaya Anda bisa bilang, “Ya setidaknya bisnis saya punya blog.” Bukan begitu caranya. 

Jangan sampai isi blog Anda tidak membantu pembaca sama sekali. Apalagi isinya prmosi semua. Bukan begitu cara blogging yang baik dan benar. Blog dibikin untuk membantu solve masalah customer, bukan untuk promosi produk. Blog dibikin untuk storytelling. Tujuan storytelling untuk membuat customer senang, sedih, atau bangga. Bukan untuk promosi.

Jika blog brand Anda dimanage dengan baik, bisnis kuliner Anda bakal punya fans duluan bahkan sebelum mereka datang dan mencicipi makanannya.

Marketing