04
Jan 2019

3 Cara Untuk Mengoptimasi Keuntungan Saat Slow Season

Dalam bisnis tentunya profit yang kita dapatkan bersifat fluktuatif, kadang kita diatas dan ada saatnya kita dibawah. Perubahan dinamika ini justru dapat membawa keuntungan untuk kita sebagai pebisnis, saat slow season karyawan dan manajer memiliki kesempatan untuk “melonggarkan ikat pinggang”. Slow season merupakan waktu terbaik untuk membangun kembali strategi pemasaran, bereksperimen dengan menu baru, dan merenovasi restoran.

Berbagai restoran yang berhasil survive memanfaatkan slow season sebagai waktu untuk berinovasi dengan ide-ide baru, sehingga tidak hanya kita memanfaatkan waktu yang tersedia dengan efisien namun juga harapannya inovasi yang dilahirkan dapat menarik lebih banyak pelanggan. Berikut beberapa strategi yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan slow season sebagai masa “renovasi” bisnis:

Modifikasi Strategi Marketing Anda

Memodifikasi medium pemasaran sesuai dengan audiens yang tepat dapat menjadi investasi jangka panjang bagi bisnis anda, terutama yang berkaitan dengan pemasaran online. Alasan terbesar mengapa banyak restoran tidak aktif dalam ekspansi dalam bidang pemasaran adalah kurangnya waktu untuk membentuk rencana keseluruhan, maka slow season dapat menjadi kesempatan emas Anda dalam “memodifikasi” strategi pemasaran yang tepat guna!

Selain itu, kebanyakan manajer tidak terlibat secara langsung dalam merencanakan strategi pemasaran yang ada, jadikanlah slow season ini sebagai kesempatan Anda untuk mendorong manajer untuk terlibat secara langsung dengan perencanaan pemasaran.


Berikut beberapa trik pemasaran online yang bisa Anda coba untuk eksperimen strategi:

1. Meningkatkan engagement media sosial:

Update status Facebook, pos Twitter dan Instagram secara berkala dapat membantu Anda memperluas “fanbase” brand. Postingan social media restoran dapat berupa konten informasi tentang fasilitas dan gambaran apa yang restoran Anda tawarkan untuk konsumen. Bila dikemas dengan baik, strategi ini dapat meningkatkan traffic restoran Anda walaupun di saat slow season.


2. Memberikan online offers:

Memberikan diskon dan promo secara online bisa menarik konsumen terutama bila promo yang ditawarkan melibatkan kegiatan group. Tidak hanya itu Anda juga bisa memberikan promo kupon melalui Groupon.


3. Bentuk loyalty program:

Mengumpulkan data konsumen (nama dan email) dari kolom komentar dapat menciptakan blueprint Anda untuk melakukan berbagai strategi pemasaran kedepannya. Adanya mailing list juga dapat membantumu dalam menjaring “fanbase” lebih luas lagi.


Menciptakan Menu Baru

Slow season memberikan kita lebih banyak waktu dalam bereksperimen dengan menu, yang dimaksud dengan eksperimen adalah adanya proses trial and error dalam menentukan menu seperti apa yang cocok dengan audiens restoran kita. Waktu yang lebih lambat membuat kita dapat mengevaluasi pro-kontra suatu menu dengan lebih mendetail dan mendalam. Apa yang disukai oleh konsumen dan elemen apa yang harus kita kurangi, sehingga kita bisa berinovasi dengan menu yang sudah pasti akan dibeli oleh audiens kita.


Menjadi Tuan Rumah dari Suatu Acara

Dengan menciptakan suatu acara di restoran Anda, ini memberikan alasan baru bagi konsumen baru untuk datang ke restoran Anda. Jika service dan produk yang Anda tawarkan sesuai dengan ekspektasi mereka saat melihat social media/promosi yang Anda tonjolkan, maka kemungkinan besar Anda akan mendapatkan pelanggan baru!


Anggap berbagai acara dan promo yang Anda berikan merupakan kesempat untuk memberikan kesan terbaik pada pelanggan baru. Tidak hanya Anda akan menjaring market yang lebih luas, juga pelanggan baru Anda dapat menyebarkan berita tentang acara di restoran mu kepada teman-temannya, yang menjadi potensi market Anda!


Dari tiga cara tadi, sudah saatnya untuk menghilangkan rasa galau ketika slow season tiba. Waktunya kita untuk berinovasi dan membangun strategi bisnis baru!

Operational Finance Public Relation