
Contoh:
SOP pembuatan mie ayam
"Masukan mie ke dalam air yang sudah mendidih, aduk-aduk sampai matang kemudian diangkat dan ditiriskan", "Setelah ditiriskan pindahkan mie ke dalam mangkok yang sudah dicampur minyak, garam, kecap dan totole", "Aduk sampai merata kemudian mie siap di hidangkan ke konsumen".
Contoh:
SOP nasi goreng
"Masukan 50 gram bumbu, di panaskan sebentar, kemudian masukan daging ayam, udang, dan bakso kemudian di aduk kembali hingga merata, kemudian masukkan 150 gram nasi dan aduk semua bumbu beserta lauknya sampai merata dengan api kecil". "Setelah itu matikan api, masukan kecap, garam, totole, sayur, dan sedikit gula, setelah itu aduk semua sampai merata, setelahnya hidupkan api besar dan kencang, aduk semua kembali secara merata beberapa detik, matikan api dan nasi goreng siap disajikan"
Nah jika kita melihat SOP di atas, kemudian kamu bayangkan kamu adalah seorang karyawan baru yang membaca SOP di atas, kira-kira apakah produk yang akan dihasilkan sesuai harapan secara kualitas dan tampilan? Kalau kamu sebagai business ownernya sih beda cerita yah, ga perlu pake SOP pun kemungkinan produk yang dibuat akan sesuai dengan harapan, karena memang "tangan" dan "feeling" sebagai creator atau pencipta masakan tersebut, tapi kalau bisnis ingin berkembang, bisa dijalankan oleh karyawan, maka tidak ada lagi istilah "tangan" dan "feeling" dalam membuat sebuah produk makanan dan minuman, semua harus dilakukan dengan SOP yang detail.
SOP yang detail itu seperti apa Foodizz? Sederhananya kalau catatan (apalagi jika ada videonya) SOPnya diikuti oleh karyawan yang belum di trainingpun dia bisa buat produk nya, biarpun tentu hal ini tidak boleh yah, tetap SOP detail sekalipun wajib di trainingkan terlebih dahulu.
Secara stratejik, mengapa sih ipenting harus detail?
1. Konsistensi Kualitas Produk
SOP yang detail membuat kita bisa menjaga konsistensi kualitas dan penyajian produk ke pada konsumen, since kita bisnis kuliner maka poin ini sangatlah penting bagi kita. Kebanyakan bisnis kuliner gagal salah satu penyebabnya adalah tidak bisa menjaga konsistensi kualitas dan penyajian produknya yang akhirnya membuat konsumen kecewa dan tidak mau kembali lagi.
2. Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas
Masih menyambung poin pertama, SOP detail sangat penting bagi kepuasan konsumen dalam menikmati produk yang di sajikan. Konsumen sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan uangnya untuk bisa menikmati produk yang enak, konsisten dan berkualitas, jika apa yang kita sajikan tidak konsisten dan kualitas turun maka akhirnya konsumen jadi tidak lagi loyal dan bisnis kita akan sepi pada akhirnya.
3. Menjaga HPP / COGS
SOP yang detail juga menghidari banyak proses yang membuat bisnis tidak efisien seperti salah buat produk, boros penggunaan bahan baku, bahan baku rusak, dll yang membuat akhirnya HPP / COGS meningkat. Jika COGS meningkatkan tentu kita sama-sama tau yang akan jadi korban akhir adalah PROFIT akan turun bahkan minus.
4. Pengembangan Bisnis (Outlet)
Bagaimana kita bisa menjalankan bisnis dengan menyajikan makanan dan minuman yang konsisten jika punya 2,3, ...dst cabang? Pake feeling? Tentu ajah ga mungkin, jawabannya yang punya SOP yang detail untuk menjadi acuan seluruh karyawan yang bekerja untuk kita.
5. Mempermudah Proses Training
SOP yang detail juga mempermudah kita atau tim kita untuk memberikan training ke karyawan baru atau melakukan re-training untuk karyawan lama dengan standar yang baku, apalagi jika bisnis kita banyak cabang, dan juga lokasinya berbeda kota. Selain itu kita tidak memerlukan banyak trainer karena sebetulnya outlet manager juga dapat memberikan training ini, karena sudah detail apalagi sudah dalam bentuk video yang tinggal di tonton, di jelaskan, dan di praktekan.
6. Tidak tergantung Karyawan
Coba bayangkan Anda ingin berkembang beberapa cabang, tapi SOP belum punya atau punya tapi tidak detail, hanya tergantung dengan orang-orang lama yang hafal dengan SOP tersebut? Yah kemungkinan banyak cabang hanya akan menimbulkan banyak masalah karena ketergantungan terhadap karyawan lama sangat besar, gimana kalau mereka berhenti? Gimana kalau mereka minta naik gaji yang ga masuk akal? Gimana klo mereka dibajak pesaing dengan gaji yang besar? SOP yang detail membuat bisnis kita tidak perlu bergantung dengan seseorang atau sekelompok orang, karena kita bisa dengan cepat melatih trainer baru karena semua sudah by SOP detail.
7. Efisiensi Operasional
SOP yang detail sangat penting untuk mencapai tingkat efisiensi dari sisi pengunaan bahan baku dan pendukungnya serta alokasi SDM di dalam outlet. Dalam konteks penggunaan bahan baku, SOP detail menghidarkan pemakaian yang salah atau boros yang menyebabkan biaya meningkat, sementara dalam kontek SDM, SOP yang detail membuat SDM akan lebih efektif dan produktif dapat mengerjakan beberapa pekerjaan secara bersamaan (multi section capability) yang akhirnya bisa membuat cost SDM lebih efisien bagi perusahaan.
8. Kontrol dan Audit
SOP yang detail juga sangat penting untuk menjadi acuan dasar melakukan audit produksi dan kualitas. Kita tinggal membuat check list audit dari SOP tersebut dan kemudian mencocokan realisasi dan eksekusi yang terjadi di lapangan. Hal ini juga akan mempermudah perusahaan untuk melakukan penilaian (KPI) terhadap team yang terlibat untuk kemudian diambil action lanjutan seperti melakukan training ulang, memberikan reward & punishment terkait dengan pembuatan produk.
9. Food Handling & Safety
SOP yang detail juga penting untuk memastikan karyawan melakukan handling bahan baku, peralatan dan berbagai hal ketika membuat sebuah produk sehingga terhindar dari berbagai hal yang tidak dinginkan seperti kontaminasi bahan baku, penggunaan bahan baku yang sudah rusak atau kadaluarsa, kerusakkan alat yang bisa menyebabkan kecelakaan, dll. Karena itu ketika membuat SOP produk, kita harus tetap memasukan SOP terkait dengan pengecekan bahan baku dan peralatan.
10. Menghindari Masalah Hukum Bagi Perusahaan
Terakhir, SOP yang detail, tertulis, dan di video akan bisa menjadi alat bukti bahwa kita sudah mempertimbangkan semua hal terkait dengan produk yang dibuat, jika terjadi misalnya ada konsumen sakit perut, alergi, atau keracunan, hal ini bisa di trace ulang masalahnya ada di mana, namun dari sisi perusahaan dampaknya tidak akan melebar karena memang secara SOP sudah detail di dalamnya. Misalnya ternyata karyawan teledor menggunanakan bahan baku kadaluarsa, akan menjadi panjang permasalahan hukum nya, padahal jika ada SOP hanya akan selesai di outlet.
Nah semoga bahasan kali ini bisa menjadi pelajaran dan inspirasi buat Sahabat Kuliner semua, yuk segera praktekan.
Selalu doakan Foodizz dan teamnya untuk bisa terus berkarya, memberi manfaat, bisa terus berkembang untuk kemajuan bisnis kuliner di Indonesia serta ilmu bisa menjadi jariyah bagi semua.

Foodizz Academy
www.foodizz.id
Disclaimer:
Diunggah {{ article.formatted_published_at }}