
Bisa ga kejadian seperti judul di atas, omset tercapai bahkan lebih, profit juga bagus berdasarkan laporan keuangan, tapi pas akhir bulan di cek saldo bank, lah kok kecil? atau bahkan kosong? Jawabannya bukan bisa lagi, tapi sering terjadi dan dialami oleh banyak pebisnis kuliner. Lebih parah lagi kadang business owner suka mikir duitnya banyak di bank, pas sewaktu-waktu mau di pake, eh orang keuangannya bilang "Pak / Bu uang kita tinggal "segini" ini juga sudah ada alokasinya", Eh terus jadi marah hehe.
Kenapa bisa terjadi? Penyebab cash flow kita "ternyata" sedikit atau bahkan kosong bisa disebabkan oleh banyak hal, khususnya yang terkait dengan bagaimana kita mengelola operasional bisnis secara menyeluruh, beberapa poin coba kita bahas dibawah:
1. Tidak Punya Cash Flow Planning
Cash in tidak di kontrol, cash out yang dimana tim / staff finance mau bayar apa, beli apa, keluar duit buat apa juga tidak terlalu diperhatikan, dan rencana cash in & cash out juga tidak ada, semua berjalan "seperti biasa saja". INILAH masalahnya, banyak business ownernya itu tidak punya Cash Flow Planning mentang-mentang omset tercapai, di laporan keuangan profit mantap. Jadi apa yang masuk dan apa yang keluar tidak dibuat rencana, sehingga "kumaha engke weeh" gimana nanti.
2. Pengeluaran CAPEX di luar Rencana
Ada pengeluaran investasi yang tau-tau terjadi dan ini biasa nih terjadi kalo business ownernya tipikal agresif, ga bisa liat peluang dikit SIKAT. "Wah ada lokasi bagus nih", terus di datangi, ketemu ownernya, makin berdebar hati pengen segera deal lokasi tersebut, eh jabat tangan DEAL, besok harus bayar DP 300 juta, 2 minggu lagi harus lunas sewa 5 tahun 1.5 miliar. Yah klo duit banyak sih aman, kalau pas-pas an, yah Modayarrr blass.
3. Piutang Menumpuk (AR problem)
Untuk bisnis kuliner yang biasa terima cash sih ini jarang terjadi yah, tapi kalau bisnis kamu juga handling big order / catering dengan sistem bayar mundur, nah ini bisa jadi masalah buat cash flow, apalagi jika kita tidak terlalu paham bagaimana mengelola cash flow, inventory dan payment term, kalah aja secara waktu, yah akan bermasalah di cash flow bisnis kita. Contoh misalah dapet proyek rutin ribuan box harian (MBG misalnya), nah klo dibayarnya 2 minggu, kita bayar vendor berapa hari? Kalo misalnya terjadi telat bayar, terus gimana? Tagihan sih boleh banyak, bagus di neraca, tapi babak beluar di cash flow.
4. Persedian Menumpuk (AP problem)
Nah ini yang sering bikin masalah cash flow di bisnis kuliner pada umumnya, stock / inventory numpuk, ada yang mingguan, lebih parah lagi bulanan, biasanya penyebabnya karena bisnisnya tidak dijalankan dengan data dan proyeksi yang ketat, plus ditambah memang tidak punya tim yang capable di dalamnya, penyebab lain juga masih mengandalkan "KEBIASAAN' dalam urusan proyeksi pengadaan barang di outlet. Kalau bisnisnya masih kecil dan owner sendiri yang merangkap mungkin lebih gampang, tapi kalau bisnis udah besar ini akan menjadi masalah besar loh.
5. Diambil Owner untuk Kebutuhan Pribadi
Nah ini juga bisa terjadi dan mungkin banyak juga terjadi di dalam bisnis kuliner, apalagi business ownernya yang tidak memisahkan keperluan pribadi dengan bisnisnya terkait penggunaan uang. Contoh makan-makan mewah, traktir orang, membeli barang untuk kepentingan pribadi dengan rekening perusahaan dan lain sebagainya, di perparah dengan orang finance nya juga memang hanya jadi "kasir" tidak berani atau berkuasa untuk bilang tidak bisa.
6. Terjadi Fraud / Kecurangan / Penggelapan
Kecurangan / fraud juga bisa jadi penyebab permasalahan cash flow perusahaan, banyak sekalian contoh kasus terkait hal ini, misalnya uang omset tidak disetorkan dan di bawa kabur oleh karyawan, mending kalo omset 1 hari, bisa jadi omset 2 minggu, karena ownernya tidak pernah cek apakah uang omset sudah masuk atau belum. Bisa jadi juga terjadi oleh oknum di bagian pembelian di mana terjadi fraud kerjasama dengan vendor untuk membeli di harga lebih mahal atau kuantiti lebih banyak, sehingga cash flow perusahaan tersedot besar, apalagi kalau ditambah si vendor dibayar secepat-cepatnya.
7. Hutang Jatuh Tempo (non COGS)
Nah ini juga bisa jadi penyebab cash flow bermasalah, karena perusahaan harus membayar hutang jatuh tempo yang secara angka cukup besar dari sisi cashflow. Poin ini sebetulnya tidak terlalu jadi masalah jika memang sudah di planning jauh-jauh hari, tapi kalau tidak punya plan, nah ini bisa jadi masalah buat cash flow kita, apalagi pihak yang memberikan hutang menagih dengan sangat agresif, yang membuat tidak nyaman, sehingga owner cenderung ingin segera melunasi hal ini.
8. Pengeluaran Urgent
Pengeluaran urgent / mendadak juga bisa menjadi masalah buat cash flow bisnis kita, contoh misalnya ada orderan jumlah besar yang membuat kita harus belanja dalam jumlah besar dan harus melakukan pembayaran cepat karena vendor mau kirim dan sediakan jika dibayarkan dengan cash, contoh lain terjadi kerusakan fasilitas yang cukup mahal tapi urgent, misalnya rusak area limbah atau genteng jebol gara-gara hujan, bisa juga terjadi gagal produksi dan bahan baku semua rusak gara-gara mati lampu 12 jam. dll. Poin nya, yang sudah asam garam di bisnis kuliner, pengeluaran urgent gini sih ada-ada ajah terjadi kadang-kadang.
9. Biaya Overhead Meningkat
Penyebab lainnya juga bisa terjadi akibat biaya overhead meningkat karena tidak di kontrol secara detail. Misal, penambahan karyawan tanpa approval dari owner, sehingga beban gaji naik, pemborosan penggunaan listrik, di mana dibiarkan hidup di jam yang seharusnya listrik di matikan. Biaya overhead ini sebetulnya tidak terlalu menjadi masalah untuk cash flow asal di kontrol secara SOP dengan baik, apalagi jika bisnisnya masih kecil, tapi jika bisnis sudah besar, yah tentu akan tetap jadi kontributor masalah, apalagi terkait dengan peningkatan biaya gaji karyawan.
Sebetulnya banyak lagi yang bisa membuat Cash Flow jadi bermasalah di dalam bisnis kuliner, itulah mengapa pemilik bisnis kuliner itu wajib MELEK FINANCE, WAJIB KONTROL FINANCE agar hal ini tidak terjadi karena jika sudah terjadi bisa membuat kita dalam masalah besar, jika baru terjadi mungkin lebih mudah di solusikan apalagi perusahaan masih kecil, tapi kalau bisnis kamu sudah Miliaran per bulan dan terjadi masalah ini, wah bisa berabe loh.
Ok pasti ada yang nanya, gimana solusinya jika memang saya sedang mengalami hal di atas? Ada beberapa hal yang bisa menjadi solusi, highlight point utamanya seperti dibawah:
Di artikel selanjutnya kita akan bahas 10 solusi di atas lebih detail buat sahabat kuliner semua.
Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat dan bisa diterapkan oleh sahabat kuliner semua di bisnisnya, karena "darah" perusahaan ada di cash flow perusahaan, pastikan segera action baik itu mulai belajar tentang finance dan juga mulai melakukan kontrol terkait dengan finance perusahaan.
Titip selalu doa untuk Tim Foodizz Academy yah teman-teman agar bisa terus berkarya dan berbagi untuk kemajuan bisnis kuliner di Indonesia.

Foodizz Academy
www.foodizz.id
Disclaimer:
Diunggah {{ article.formatted_published_at }}