
Strategi Low Hanging Fruit atau dalam bahasa Indonesia: "peluang di depan mata", "peluang yang tinggal dieksekusi" dengan potensi keberhasilan yang tinggi merupakan salah satu strategi penting dalam bisnis kuliner. Strategi ini sesuatu yang bisa dengan cepat dieksekusi, menghasilkan sales atau profit yang cepat dan juga berbiaya rendah jika owner mengetahui dan memahami dengan baik.
Anehnya, Low Hanging Fruit ini malah sering kali terabaikan, bahkan ga kepikir oleh banyak business owner, seperti istilah "SEMUT di seberang lautan terlihat jelas, namun GAJAH di pelupuk mata terabaikan" hehe. Lah kok bisa? Nah itu dia, alasannya sih bisa banyak faktor, bisa jadi malas belajar, bisa jadi tidak memahami dan menganalisis data, atau bisa juga memang timnya tidak kompeten dengan ilmu marketing / sales / profit, sehingga eksplorasi strateginya memang terbatas.
Dibahasan kali ini coba kita buat list Low Hanging Fruit in Sales & Profit, apa saja yang bisa jadi ide atau inspirasi buat temen-temen business owner untuk bisa meningkatkan sales / penjualan, atau juga profit nya:
1. Upsize
- Es teh manis --> Es teh JUMBO
- Size kentang standar --> EKSTRA Kentang (jumbo size)
- Semangkok bakso standar --> Mangkok JUMBO
- Starbucks: Tall, Grande, Venti
- Sop Buntut ---> EKSTRA Buntut
2. Cross Selling
- Beli kopi tawarkan roti
- Beli nasi goreng tawarkan telur dadar
- Beli susu biasa tawarkan susu oatmilk
- Beli bakso, letakkan kerupuk dan Teh Botol
3. Price Increase
- Menaikkan harga ratusan rupiah atau 1.000 rupiah
- Contoh, harga 35.500 jadi 36.500
- Yang penting jangan berubah di angka depan, masih tetep angka "3"
- Cek harga kompetitor, contoh: es kopi susu kompetitor 24.000
- Es kopi susu kita masih di 22.000, kita bisa menaikkan 1.000 rupiah, menjadi 23.000
4. COGS / HPP Decrease
- HPP / COGS turun, sehingga profit naik
- Volume pembelian lebih besar ke vendor, tapi tetap sesuai forecast
- Size atau ukuran disesuaikan (100 gram menjadi 90 gram), pastikan memang tidak ada informasi ukuran ke konsumen sejak awal
- Hilangkan atau batasi menu-menu dengan margin tipis
- Buat menu baru dari bahan baku / SKU yang sudah ada dengan margin lebih besar
5. Operation Hours
- Jam buka & tutup diatur ulang, misal lebih pagi atau lebih malam
- SDM disesuaikan kembali sesuai dengan traffic outlet
- Kurangi operation hours dari 24 jam menjadi 18 jam, berdasarkan data sales, impact-nya bisa hemat SDM, dan hemat operational cost.
6. Menu Engineering
- Pelajari data matrix menu, petakan menu berdasarkan kategori
- Paling laku - profit tinggi, paling laku - profit rendah, tidak laku - profit tinggi, tidak laku - profit rendah.
- Lakukan "rekayasa" menu di setiap kategori menu, sehingga bisa lebih laku dan margin bisa lebih tinggi.
- Contoh: tidak laku - profit tinggi --> lakukan promo, berikan nama menu yang menarik.
- Contoh: paling laku - profit rendah --> lihat/tinjau kembali resep (BOM / Bill of Materials), lakukan analisa dan perombakan, atau bisa juga naikkan harga jika konsumen tidak price sensitive.
7. Loyal Customer Program
- Buat program untuk loyal customer
- Kartu cap, sehingga sering kembali datang
- Nomor telepon dan masukkan poin di POS untuk benefit khusus
- WA blast berbayar atau free untuk special discount visit berikutnya
- Free ice cream / free product untuk posting di story instagram
8. Menu Book Design & Layout
- Tampilkan menu unggulan di halaman depan dan besar
- Menu diberi tanda bintang atau Chef recommendation
- Menu diberi nama yang menarik
- Harga dibuat keriting, misalnya 9.99 daripada 10.0
- Photo image yang bagus untuk menu unggulan, menggugah selera
9. Product Display
- Buat product display yang menarik
- Display yang menarik mendorong pembelian impulsif
- Seperti toko roti Tous Les Jours, Mongsim, dll
- Product display juga bisa di showcase chiller yang menarik, tampilan cake, kue, dll.
- Product display juga bisa dibuat seperti mock-up (tiruan / dummy)
- Product display juga bisa menggunakan layar digital untuk mendorong menu-menu khusus atau promo, sehingga konsumen tertarik membeli.
10. Add On Suggestions
- Siapkan menu-menu add on untuk ditawarkan
- Misalnya ekstra telur, ekstra saus, ekstra daging, ekstra sayur, dll
- Buat margin add on minimal 50% dari HPP / COGS nya
- Training dan wajibkan kasir menawarkan add on ini
- Buat internal racing program untuk add on sehingga tim bersemangat
- Yang mencapai target internal racing bisa mendapatkan hadiah
Nah 10 hal di atas bisa jadi inspirasi dan ide untuk menerapkan Low Hanging Fruit bagi bisnis kita, tentu banyak lagi ide-ide terkait dengan low hanging fruit yang bisa digali secara internal, tipsnya adalah:
Semoga tulisan ini memberikan inspirasi buat sahabat kuliner semua, tunggu tulisan Foodizz menarik lainnya. Jika ingin membaca 500 artikel sebelumnya secara free silahkan klik di sini (website foodizz yang lama linknya).
Doakan Foodizz Academy bisa selalu konsisten dan rutin untuk bisa berbagi, bagi kemajuan sahabat kuliner semua yah. Salam Sukses dan Berkah.

Foodizz Academy
www.foodizz.id
www.foodizz-news.com
Disclaimer:
Diunggah {{ article.formatted_published_at }}