
A. Apa sih Impulse Buying itu?
Sederhananya ketika konsumen memutuskan membeli "tanpa rencana membeli" sebelumnya. Hal ini sebetulnya sangat menguntung bagi pebisnis karena kita bisa menghasilkan tambahan penjualan (TC = Total Check) atau juga meningkatkan penjualan (APC = Average Per Check / Nilai Transaksi).
Jadi cukup jelas yah Sahabat Foodizz, klo konsumen ingin datang ngopi ke coffeeshop kita, itu proses yang sudah biasa, namun begitu sampe outlet gara-gara dia liat "gambar sop buntut yang sangat mengundang selera" dan akhirnya konsumen tersebut membeli, nah ini yang dinamakan dengan Impulse Buying.
Contoh lain, kita lagi main TikTok, eh tiba-tiba liat Bittersweet by Najla Live jualan dessert Nutella Layer, dan lagi ada promo discount, dan kita langsung click keranjang kuning untuk membeli, nah ini namanya Impulse Buying
Poin utamanya adalah Impulse Buying itu SKENARIO atau BY PLANNING, jadi bukan karena kebetulan sehingga ini merupakan STRATEGI yang bisa diterapkan di dalam bisnis kita.
B. Impulse Buying bisa dilakukan di mana?
C. Nah terus pertanyaannya, gimana nih membuat konsumen jadi Impulse Buying dengan brand kita?
Coba yuk kita bahas 8 strategi yang bisa diterapkan dalam bisnis kita untuk membuat konsumen menjadi Impulse Buying, yang akhirnya membuat kita bakal lebih cuan.
1. Best Deal (Promo / Discount / Bundling)
Nah ini yang biasa digunakan oleh banyak brand khususnya yang berjualan melalui Live atau Delivery Online, di mana kita membuat BEST DEAL dalam berbagai bentuk dalam waktu yang terbatas untuk satu atau beberapa produk dan harus dibeli segera. Di outlet bisa ga? Yah bisa, misalnya karyawan di brief (SOP) untuk hari ini semua menu udang discount 30% dan ditawarkan setelah konsumen order dulu, jadi sebagai menu upselling juga, hal ini akan membuat konsumen tambah order saat itu juga.
2. Endorse by Influencer
Impulse buying juga bisa dilakukan dengan menggunakan jasa Influencer untuk mempromosikan produk kita, tentu dengan WOW factor serta kombinasi poin no 1. Sering ga kita melihat endorse brand di sosmed (TikTok, Instagram) lalu kemudian segera kita buka aplikasi delivery online atau check order via WA dan kemudian melakukan order, padahal kita ga ada rencana membeli apa-apa sebelumnya.
3. Display Visual & Video
Buku menu / menu (gambar / visual) bisa mendorong impulse buying konsumen di outlet / delivery online / sosmed. Tadinya niat makan ayam goreng nih, tapi pas liat pete teri toge sama gurame sambel mangga yang gambarnya cakep banget, jadi ajah semua ikut dipesen, sering mengalami khan hal ini? Bayangin sendiri berapa gede tuh omset bisa naik gara-gara konsumen impulse liat gambar.
Jadi penting sekali nih buat Sahabat Foodizz untuk membuat display / video yang menarik yang ditujukan memang untuk membuat konsumen impulse buying.
4. Limited & Urgent (Offering / Product) (Beli sekarang dapet discount)
Sesuatu yang terbatas dan harus segera juga bisa menjadi faktor penting untuk mendorong konsumen IMPULSE BUYING. Nah coba kita buat program-program limited dan urgent kemudian komunikasikan ke konsumen kita sehingga yang tadinya mungkin mereka tidak berencana membeli akhirnya terdorong jadi membeli dengan segera.
5. Sense of Smell
Klo lagi Jumatan di daerah Salman ITB ada tukang sate yang sengaja banget kipas-kipas sate dan biasanya yang di kipas bagian lemak sapi atau ayam, yang tau sendiri khan baunya itu menggoda banget. Nah ini membuat yang selesai Jumatan jadi terpikir untuk beli sate, padahal tidak ada rencana sebelumnya, hanya karena bau nya enak banget jadi ajah otak kita memerintahkan hal lain hehe.
Di outlet juga sama, kita bisa dengan sengaja misalnya sengaja banget ngeluarin 1 porsi sate yang masih berasap-asap, kemudian sama karyawan di bawa muter-muter sehingga bau sate (lemak di bakar dengan kecapnya) jadi tercium banyak konsumen, nah taktik ini bisa menjebak "impulse buying" konsumen yang sudah order, mau order, atau yang baru datang, jadi mau order sate juga apalagi ditambah visual asalnya, makin dah menjadi-jadi pengen order.
6. Special Announcement
Sering yah di supermarket ada karyawan yang mengumumkan "kepada semua pengunjung, hanya 10 menit daging ayam akan discount sebesar 30%, segeralah menuju lokasi penjualan daging" ..... contoh. Nah serta merta ibu-ibu dan pengunjung lain langsung berlarian menuju counter daging untuk membeli ayam, padahal blom tentu niatnya datang beli ayam.
Dalam kegiatan bisnis kuliner juga sama, misalnya di sosmed tiba-tiba kita live dan kasih pengumanan discount gede, atau ketika di outlet tiba-tiba ada TEBUS MURAH sop buntut hanya 10 porsi seharga xx, nah ini bisa mendorong terjadi nya IMPULSE BUYING konsumen.
7. Demo / Sampling
Terakhir, demo / sampling, teknik ini juga bisa digunakan untuk mendorong terjadinya IMPULSE BUYING. Misalnya di outlet kita mendatangi meja konsumen yang sudah order untuk memberikan mereka sampling tiramisu kecil atau sampling produk lain dan ternyata setelah dicicipi rasanya enak, nah ini akan mendorong konsumen untuk melakukan tambahan order.
Nah semoga bahasan kita kali ini bermanfaat dan yang terpenting yuk segera kita implementasikan di dalam bisnis kita, pilih ajah poin yang paling bisa segera di action khan.
www.foodizz.id
1st F&B Edtech in Indonesia
www.sekolahkuliner.com
Belajar Bisnis Kuliner Terstruktur dari Nol
www.vendorkuliner.com
Pusat Informasi Vendor Kuliner Terkurasi
https://lms.foodizz.id/
Kelola SOP dan Training lebih mudah dan murah
*Temen-temen jika ingin menggunakan artikel di Foodizz untuk kepentingan sosmed, edukasi, konten, silahkan dengan mencantumkan sumber artikelnya www.foodizz.id/artikel. Yuk kita hargai karya dan upaya orang lain dalam menghasilkan konten.

Diunggah {{ article.formatted_published_at }}