Organisasi

Bisnis Keluarga & Bisnis Bareng Temen Rawan Konflik dan Pecah!!!!

  • Oleh: Admin Foodizz
  • Diunggah 10 Maret 2026

 

Bisa dikatakan hampir semua bisnis dimulai dari bisnis bareng keluarga atau bareng temen, tidak semua tentu, ada saja yang memang memulai bisnis seorang diri dengan bantuan karyawan di awalnya. Hal ini sangat normal tentunya karena biasanya kita lebih suka bisnis "bareng-bareng" karena selain lebih "asik dan aman" dan secara tanggung jawab juga bisa lebih di "tanggung" bersama-sama, istilahnya tidak stress sendiri.

Nah di awal bisnis "bareng" ini biasanya hampir sebagian besar pebisnis tidak concern atau memperhatikan berbagai hal yang kelihatannya "sepele" tapi sebetulnya akan menjadi faktor perpecahan dan konflik di masa yang akan datang, mengapa? Yah karena biasanya di awal kita menjalankan bisnis atau dasar saling percaya satu sama lain, percaya semua punya komitmen dan juga "ga enak" kalau membahas berbagai hal, padahal bisnis baru saja dimulai, "khan kita mulai bisnis dengan rasa saling percaya".

 

Masalah "sepele" apa yang dimaksud? Share Holder Agreement / Founders Agreement dan Family Constitution yang kemudian dituangkan dalan ADR / ART perusahaan dan juga KPI pekerjaan. Yuk kita lihat, studi-studi terkait hal ini, mengapa hal ini "rentan" dan sangat berbahaya bagi perusahaan di masa depan.

 

1. Bisnis Keluarga: "The Three-Circle Model"
Riset Harvard Business School (Tagiuri & Davis) menjelaskan bahwa konflik keluarga muncul karena tumpang tindih antara tiga sistem: Keluarga, Kepemilikan, dan Bisnis.

A. Masalah Suksesi: Data dari PwC Family Business Survey menunjukkan bahwa kurang dari 30% bisnis keluarga berhasil bertahan hingga generasi kedua, dan hanya 12% ke generasi ketiga. Pemicu utamanya adalah ketidaksiapan suksesi dan perbedaan visi antar generasi.

B. Emosi vs Profesionalisme: Riset dalam Journal of Family Business Strategy mencatat adanya fenomena "Nepotisme vs Meritokrasi". Konflik muncul ketika anggota keluarga yang kurang kompeten mendapatkan posisi tinggi, yang memicu kecemburuan dari anggota keluarga lain atau karyawan profesional.

C. Pencampuran Keuangan: Ketidakjelasan antara aset pribadi keluarga dan arus kas perusahaan sering menjadi sumber sengketa hukum di kemudian hari.

 

2. Bisnis Bareng Teman: "The Founder’s Dilemmas"
Noam Wasserman, seorang profesor dari Harvard, melakukan riset terhadap 10.000 pendiri startup dan menemukan data yang mengejutkan:

A. Tingkat Kegagalan: Sekitar 65% kegagalan startup disebabkan oleh konflik antar pendiri (co-founder).

B. Homofili (Kemiripan): Riset menunjukkan bahwa berteman baik justru bisa menjadi risiko. Teman cenderung memiliki skill set yang mirip (misal: sama-sama suka marketing). Ketika bisnis berkembang, terjadi kekosongan fungsi (tidak ada yang mengerti operasional/keuangan), yang kemudian memicu stres dan saling menyalahkan.

C. Ekspektasi yang Tidak Terucap: Karena merasa "sudah kenal lama", banyak teman yang menjalankan bisnis tanpa kontrak formal. Saat profit mulai besar atau kerugian mulai datang, perbedaan ekspektasi soal komitmen waktu dan pembagian hasil menjadi ledakan konflik.

 

Nah dari 2 overview di atas, baik dari sisi bisnis keluarga dan bareng temen, so bagaimana solusinya agar hal ini tidak terjadi di bisnis kita kelak?

A. Family Constitution (Konstitusi Keluarga): Dokumen tertulis yang mengatur bagaimana anggota keluarga boleh masuk ke bisnis, bagaimana mereka digaji, apa yang menjadi hak dan tanggung jawab, dan bagaimana keputusan diambil. Dari poin ini, akan diikuti dengan Share Holder Agreement dan kemudian AD / ART, serta aturan main di dalam perusahaan (KPI).

B. Founder's Agreement: Perjanjian hitam di atas putih antar teman yang mengatur berbagai kesepakatan sesama founder, baik itu soal saham, tanggung jawab kerja, komitmen membangun bisnis, dll

 

Semoga artikel kali ini bermanfaat dan bisa menjadi insight untuk teman-teman mempersiapkan Family Constitution dan Share Holder Agreement, agar ke depan bisnisnya bisa berjalan sustain dan tidak terjadi masalah besar.

Titip selalu doa untuk Tim Foodizz Academy yah sahabat, agar bisa terus berkarya dan berbagi untuk kemajuan bisnis kuliner di Indonesia.


Foodizz Academy
www.foodizz.id
www.foodizz-news.com

 

Tanya detail klik disini: CS Foodizz: +62-811-2009-7974

 

Mentoring & Consulting 
- Cost Management in F&B Business
- Family & Friend Business Transformation 
- Growth Strategy

Tanya detail klik disini: CS Foodizz: +62-811-2009-7974

 

Disclaimer:

  • Artikel ini diperbolekan untuk di share & di posting ulang dengan mencantumkan sumber artikel www.foodizz.id/artikel 
  • Artikel ini tidak diperkenankan untuk penggunaan komersial, untuk penggunaan komersial wajib mencantumkan ijin tertulis yang diajukan melalui e mail: info@foodizz.id
{{ comment.length }} Comment
Sort By

Artikel Terkait

Artikel Terbaru