Marketing

6 Strategi Marketing Penting untuk Bulan Ramadhan!

  • Oleh: Admin Foodizz
  • Diunggah 06 Agustus 2021

 

 

Ramadan pertama perkiraannya akan jatuh 13 April 2021 nanti nih, temen-temen kuliner! Sisa 1 bulan lagi dan tentunya kamu rugi banget kalo gak mempersiapkan berbagai rencana agar bisnis kulinermu tetap bisa meraup omzet di periode tersebut yang memiliki banyak challenge, mulai dari jam makan yang berubah (jadi sangat tersaturasi di saat berbuka / sahur), penyesuaian kebutuhan calon pembeli terhadap makanan (butuh yang praktis saat sahur, butuh tempat yang bisa mengakomodir “buka bareng” saat buka puasa) dan masih banyak lagi!


Menghadapi Ramadan yang cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemi, tentu strategi yang sama tidak bisa bulat-bulat diterapkan. Harus ada penyesuaian karena gaya hidup, preferensi dan kebutuhan calon pembeli berubah juga. Belum lagi peraturan pemerintah yang menciptakan banyak batasan bagi bisnis kuliner, sehingga kita harus berpikir kreatif!


Agar omzet bisnis kulinermu tidak turun drastis saat bulan Ramadan, bahkan agar sebaliknya malah berpeluang melonjak secara signifikan, berikut beberapa hal yang wajib dilakukan!


 

1. Kuatkan online presence / channel penjualan onlinemu!

52% konsumen menghabiskan waktu lebih sedikit untuk berbelanja di toko saat Ramadan tahun lalu dikarenakan COVID-19, karena mereka 3,9x merasa lebih aman untuk berbelanja secara online (terutama karena menghindari titik penyebaran COVID-19 apabila keluar rumah).

Oleh karena itu, kuatkan eksistensi restoranmu di berbagai channel penjualan online! Hal ini konteksnya bukan, “eksis di sosmed,” ya melainkan eksis di platform online di mana calon pembeli bisa melakukan TRANSAKSI DARING! Misal, GoFood, GrabFood, WhatsApp, aplikasi khusus restoranmu, hingga Instagram Shopping, Shopee, dan Tokopedia (apabila produkmu juga tersedia untuk retail / frozen).

Jangan sampai pilihan dan habit konsumenmu untuk berbelanja online malah jadi bumerang karena bisnis kulinermu boro-boro eksis, malah bahkan gak tersedia sama sekali di channel-channel tersebut!


 

2. Adakan Kegiatan Sedekah Bersama!

Salah satu nuansa yang identik di Bulan Ramadan adalah spirit berbagi (94% konsumen melakukan kegiatan sedekah di Bulan Ramadan). Jadi sangat baik apabila restomu bekerja sama dengan pihak ketiga yang memang merupakan hub / badan / lembaga sosial sebagai implementasi program sedekah.

Ajak sebanyak-banyaknya calon pembeli yang memiliki prioritas pembelian sebagai bentuk berbagi / bersedekah di bulan Ramadan untuk berpartisipasi. Jangan lupa kemas dengan bahasa yang bagus dan menyentuh, dan tentunya terus meng-update distribusi sedekahnya agar calon pembeli lainnya menjadi lebih yakin dengan program sedekah yang diadakan restomu.

Ppsstt… bisa banget kolaborasi juga dengan brand kuliner lain ya dalam program ini! Agar audience semakin percaya bahwa tujuan programmu tidak hanya untuk “cari omzet” tapi juga benar-benar untuk bersedekah dan membagikan kebahagiaan kepada kaum dhuafa dan yang membutuhkan (71% konsumen setuju bahwa setiap brand harus “giving back” saat Bulan Ramadan tiba).

 

3. Menyiapkan Menu Khusus Sahur, Berbuka dan Paket Hampers!

Nah… di sini kreativitas dan fleksibilitas restomu diuji! Apakah produkmu “sahur friendly?” atau, “Bisa disiapkan sebanyak-banyaknya dalam kualitas yang masih baik / hangat/ lezat di peak hour seperti saat berbuka puasa?” atau bahkan, “Bisa menjadi hadiah hantaran / hampers menjelang Idul Fitri?”

Jangan segan-segan memangkas menu pada online delivery channel yang proses pembuatannya memakan waktu karena akan berimbas pada rating atau membuat pembeli kecewa karena lama diterima. Dan siapkan menu khusus tertentu saat berbuka yang memang fast-serve juga agar perputaran konsumen dine-in bisa menjadi lebih cepat (TC / total check jadi meningkat!).

Khusus untuk pembuatan hampers, apabila produkmu gak bisa “dihampers-hampers-in” mungkin bisa diconsider bekerja sama dengan local business lainnya (again, kolaborasi!) untuk melaunching hampers edisi collabs dengan brandmu!


 

4. Adakan Promo Spesial!

Hari gini… cara instan yang suka atau tidak suka memang jadi “basic ground” bisnis kuliner adalah mengadakan promo atau potongan harga. 8 dari 10 konsumen mengatakan bahwa mereka mencari promo khusus saat bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, di mana 58% nya dilakukan dengan mencari informasi di media sosial.

Adakan promo yang bisa menggarap berbagai tipe konsumen: mereka yang suka hunting makanan untuk sahur, mereka yang suka hunting tempat untuk buka puasa bareng, mereka yang suka cari hampers, bahkan mereka yang tidak menjalankan puasa (jangan lupakan tipe konsumen ini ya! Mereka tetap butuh makan seperti hari biasa… hehe).

 


 5. Bekerja sama dengan influencers yang relevan dengan Ramadan

Audience di media sosial memiliki tendensi untuk memiliki sebuah figur yang mereka ikuti dengan intens, termasuk gaya hidup dan pilihan konsumsi figur tersebut yang akhirnya mereka ikuti juga (35% konsumen menyebutkan bahwa influencer mempengaruhi keputusan pembelian mereka).

Momen Ramadan pun membuat banyak audience mengikuti influencer yang bisa memberikan konten bersifat motivasi dan self-improvement, sebagaimana Bulan Ramadan selalu identik dengan “momennya menjadi pribadi yang lebih baik.” Sehingga, pilihlah influencer yang relevan dengan tema tersebut dan lakukan kerjasama yang menarik dan sesuai juga dengan momen.

Paling hardsellnya tentu melakukan endorsement pada influencer tersebut untuk mempromosikan restoranmu sebagai pilihan untuk sahur / berbuka. Tapi bisa juga lho, restomu bekerja sama dalam kegiatan yang lebih inspirasional seperti Live Bareng Selebgram XXX untuk membahas Tutorial Hijab Simpel, atau IG Live Kultum sambil Ngabuburit bareng Selebgram XXX dan brandmu!


 

6. Aktif di Media Sosial secara Rutin dan Konsisten!

Temen-temen, inilah kegiatan yang paling gak pakai biaya! Tapi percaya gak, kalo aktif secara rutin dan konsisten di media sosial itu SYUSSYAAHHH banget. Banyak deh alesannya: gak punya ide, gak sempet ngerjain, syududud bisa ratusan excuses. Tapi tapi tapi, percuma banget kalo kamu merencanakan program-program yang wah banget sedangkan calon pembeli atau audience luas tidak mengetahui program tersebut karena tidak kamu publikasikan di media sosial!

Di sisi lain, meningkatnya tingkat konsumsi konten di media sosial semenjak pandemi dewasa ini tidak menjanjikan kamu berhasil begitu saja, lho! Kamu harus menyeimbangkan konten media sosialmu agar “gak jualan melulu” karena calon pembeli bisa kabur kalo tidak menemukan benefit atau konten yang menarik untuk mereka di sana. Imbangi dengan konten-konten yang bersifat entertainment, informatif, hingga inspiratif agar mereka terus menerus “terpikat” sehingga satu atau dua momen menerima konten “jualan” yang “pas” dan sesuai mood, kemudian gas melakukan pembelian! (by EAT)


 

Semoga Bermanfaat.

#KeepSharing

#KeepLearning

#SpreadKnowledge

#KulinerIndonesia
 

Foodizz
1st F&B EduTech in Indonesia
Belajar Bisnis Kuliner ..... Yah di Foodizz.

www.foodizz.id
www.sekolahkuliner.com
Join Telegram Group di t.me/foodizzid

 

*Buat temen-temen yang mau copas artikel silahkan ajah ga perlu minta izin asal mencantumkan sumber artikelnya, yaitu www.foodizz.id/blog. Yuk hargai karya dan usaha orang lain dalam membuat konten.

 

Sumber Gambar: Unsplash.com

 

Bebas Tanya Apa Saja Seputar Bisnis Kuliner disini
{{ comment.length }} Comment
Sort By

Artikel Terkait

Artikel Terbaru