
"Bang, lagi pusing ey, harga ayam naik banget, kita lagi kesulitan nih supply beberapa partner, mau naikin harga di complain, ga naikin harga profit habis".
"Bang, baru dikabarin harga minyak per dus naik, sama harga plastik juga, pusing ey gara-gara perang Iran ini, semoga cepet beres nih"
Apakah Anda sebagai pebisnis F&B sudah mulai merasakan dampak faktor geopolitik perang Iran vs AS & Israel terhadap bisnis yang dijalankan saat ini? Saya coba tebak sudah mulai banyak vendor yang menginformasikan kenaikan harga saat ini, betul ga? Harga minyak goreng, harga plastik, dan berbagai harga lainnya.
Kok bisa yah, yang perang di mana, dampaknya sampe ke Indonesia? Klo kita mempelajari Ekonomi Makro, Pasar Keuangan Global, Supply Chain Global, hal ini sepertinya cukup predictable, sederhananya, jika harga minyak dunia meningkat lebih dari 100 USD, bahkah di proyeksi 120 USD, akibat terputusnya supply chain yang melalui Selat Hormuz Iran, maka hal ini akan memunculkan Chain Effect untuk berbagai negara yang melakukan impor minyak dan LPG, harga akan naik, suku bunga dipertahankan tinggi, dan akhirnya inflasi (kenaikan harga secara umum). Inilah mengapa dalam bisnis, ada faktor 4C yang harus selalu dipantau (Competitor, Customer, Company, & Change), Geopolitik ini masuk di C (Change).
Ok balik lagi, secara garis besar, coba kita bahas dampak ada nya perang ini, khusus nya yang terkait dengan bisnis kuliner kita, sebagai catatan poin bahasan ini bukan untuk menebar "fear" atau ketakutan, tapi justru membuat kita sebagai pebisnis jadi aware dan "siap" untuk mempersiapkan langkah antisipasi jika memang hal ini berlanjut. Coba ingat-ingat, dulu COVID-19 banyak yg di awal mengganggap becandaan, tapi setelah nya kita tau khan betapa besar dampaknya bagi F&B business. Yah tentu, saya pribadi menilai dampaknya tidak semassive ketika Covid-19 seharusnya, tapi "bersiap" tentu lebih baik daripada tidak, betul khan.
1. Kenaikan Biaya di Berbagai Pos (COGS, OPEX, Back Office)
Kenaikan berbagai biaya kemungkinan besar sudah terjadi atau segera terjadi, seperti kenaikan biaya COGS/HPP, kenaikan biaya Opex seperti dari logistik (Rantai Pasok), listrik, BBM, dan belum lagi ditambahkan berbagai biaya lainya seperti Upah Minimum dan biaya Back Office. HPP mungkin yang akan memberikan dampak paling besar terkait perang Iran ini, karena pengaruh ke berbagai harga bahan baku untuk produksi produk yang kita jual, serta pendukungnya seperti logistik, packaging, dll.
Contoh, jika Anda pemain bakery, Indonesia adalah importir gandum besar. Jika jalur distribusi terganggu, USD makin mahal karena nilai tukar rupiah melemah, harga tepung terigu (bahan baku utama mie, roti, dan gorengan) akan melonjak drastis.
2. Profit perusahaan Turun & Cash Flow Problem
Menyambung poin no 1, dengan naiknya berbagai biaya dalam menjalankan bisnis, dampak utamanya adalah profit perusahaan akan turun, hanya break even, atau bahkan malah nombok. Ini belum lagi bisa diperparah oleh munculnya permasalahan cash flow yang bisa berimpact lebih besar lagi ke depannya. Profit yang turun, break even, atau bahkan minus, plus permasalahan cash ini cukup berbahaya karena bisa mengakibatkan multiplier effect terhadap bisnis yang kita jalankan, seperti pembayaran vendor yang tertunda, sampai yang paling ditakutkan adalah pembayaran gaji karyawan yang bisa tertunda, atau bahkan di potong, dan sampai ke pemberhentian kerja.
3. Daya Beli Menurun & Perubahan Pola Perilaku: "The Lipstick Effect"*)
Kenaikan berbagai biaya kebutuhan hidup yang dirasakan oleh konsumen, mulai dari kenaikan Harga BBM, kenaikan harga belanja rumah tangga, kenaikan transportasi, dan berbagai kenaikan lainnya akan memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan dan keputuhan belanja konsumen. Di segmen konsumen tertentu, kemungkinan mereka akan mengurangi belanja dan mengatur ulang prioritas belanja akan mulai terlihat beberapa waktu ke depan yang ujungnya akan mengubah pola prilaku belanja konsumen. Nah poin ini harus dipantau dengan baik oleh Business Owner, jangan sampai traffic makin turun kemudian kita terlambat menyadarinya.
*) Lipstick Effect dikaitkan dengan terminologi F&B: Lipstick effect adalah fenomena ekonomi dan psikologis di mana konsumen tetap membeli barang-barang mewah kecil yang terjangkau (seperti lipstik, kopi premium, atau skincare) sebagai pelarian emosional untuk meningkatkan suasana hati, meskipun sedang dalam masa krisis ekonomi atau resesi (Gemini Ai)
4. Gelombang PHK & Sulit Lapangan Kerja
Jika profit perusahaan turun, omset turun, dan kondisi saat ini masih cukup mengkhawatirkan terkait dengan arah bisnis, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh pengusaha? EFISIENSI dan HOLD EKSPANSI tentunya, jika ini terjadi dampaknya akan tidak baik bagi ekosistem secara keseluruhan, seperti pengurangan karyawan sehingga pengangguran meningkat, lowongan pekerjaan semakin sedikit dan sulit dicari. Jika ada temen-temen pekerja yang membaca tulisan ini, jika Anda masih bekerja, bersyukurlah dan bekerjalah dengan baik karena saat ini kondisi bukanlah yang mudah dilalui untuk pencari kerja di luar sana.
5. Ekspansi Tertuda
Perusahaan juga kemungkinan besar akan menunda untuk melakukan ekspansi sambil wait and see, serta mengamankan Cash Flow jika memang sudah dialokasikan sebelumnya. Hal ini tidak aneh karena sebetulnya, kita bisa belajar ketika COVID-19, ekspansi yang terlalu cepat dan waktunya tidak tepat bisa menyebabkan resiko investasi yang tidak produktif, contohnya tiba-tiba muncul kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di mana resto hanya boleh menjual secara online. Nah disituasi seperti sekarang memang bukan seperti COVID-19 di mana ada pembatasan pergerakan di masyarakat, tapi potensi lainnya khan bisa ajah muncul, contoh BBM habis, listrik hidup mati, Pemerintah menerapkan kebijakan yang diluar perkiraan misalnya. Nah di saat seperti ini lah, belajar dari COVID-19, kita perlu bijak mengelola Cash Flow yang ada, salah satunya tentu wait and see untuk melakukan ekspansi.
Solusinya Apa?
Melihat kondisi Ekonomi Global yang sangat tidak stabil (Dollar AS menguat, Global Logistic terganggu, harga minyak dunia naik, Outflow Uang Asing) yang akan berdampak terhadap INFLASI (kenaikan harga secara umum dan cukup tinggi kali ini), daya beli konsumen akan terdampak (turun), biaya logistik, biaya capex, biaya Opex naik dan ada kemungkinan juga terjadi kondisi dalam negeri yang tidak kondusif, ada beberapa hal yang di sarankan:
1. Tight Money Policy:
- Perketat pengeluaran uang kecuali untuk kebutuhan operasional
- Tunda pengeluaran yang tidak urgent
- Refinancing yang possible untuk di refinance, contoh punya hutang bank atau hutang ke vendor.
2. STOP or SELECTIVE HIRING:
- Optimalkan SDM yang ada saat ini
- Stop atau tunda dulu hiring jika memungkinkan
- Latih tim yang ada untuk bisa Multi Section Capability
3. CAPEX INVESTMENT:
- Hold Capex untuk outlet baru, apalagi menggunakan Cash Flow
- Cash Flow disiapkan untuk kegiatan mendukung operasional
- Bagaimana dengan CAPEX dari investor, bisa Go tapi berikan notice kepada investor terkait situasi saat ini, semoga 3-4 bulan setelah outlet jadi kondisi membaik.
4. VENDORS:
- Ajak meeting semua vendor khususnya yang pareto 80
- Diskusi solusi bersama, ingat mereka juga kena impact besar
- Bisa lakukan hedging "beli banyak sekarang dengan harga sekarang"
- Cari alternatif vendor untuk supply karena bisa jadi barang kosong
5. MENU ANALYSIS:
- Review kembali Menu Contribution
- Jika tidak dihilangkan, batasi belanjanya
- Jika possible hilangkan menu yang kontribusi nya tdk signifikan, agar mengurangi SKU belanja
6. CASH is KING:
- Segera lakukan Cash Flow Allocation
- Buat beberapa scenario Cash Flow Planning setahun ke depan
- Kebijakan pengeluaran uang di acc langsung oleh Direksi
7. FIX COST & Variable COST REVIEW:
- Review lagi Fix Cost dan Variable Cost
- Cut yang perlu di cut
- Hemat yang bisa di hemat
- Buat kebijakan efisiensi yang dilekatkan dengan KPI
8. PRICE STRATEGY:
- Apakah harga dinaikkan karena klo tidak profit bisa bermasalah?
- Saat ini kenaikan harga bukan hal stratejik
- Justru bisa jadi Back Fire sebetulnya apalagi customer price sensitive
- Bisa dikelola dengan strategi menu yang tepat
- Atau cari alokasi cost lain yang bisa dipangkas tanpa naikin harga
9. REVENUE OPTIMATION:
- Maksimalkan potensi review lain yang low cost
- Contoh, kelola customer database
- Contoh, garap market B2B atau Online Delivery
- Perluas target market akan terbuka pasar baru.
Apakah yang kita bahas tersebut pasti akan terjadi? Sebetulnya sih sudah terjadi saat ini, cuma apakah impact nya akan makin besar ke depan dan betul-betul semua skenario terjadi? Semoga tidak, kita berdoa bersama, tapi jika betul terjadi, pertanyaan apakah kita sudah SIAP?
Tulisan ini bukan untuk menakut nakuti temen-temen tapi ingin membangun kesadaran AWARENESS bahwa kita sebagai pebisnis harus juga memperhatikan berbagai hal (CHANGE) termasuk situasi GEOPOLITIK sehingga kita bisa bersiap jika impactnya mulai terjadi dan berpengaruh terhadap bisnis kita.
Semoga tulisan kali ini bermafaat untuk industri F&B di Indonesia, doakan Foodizz untuk bisa selalu berbagi ilmu dan memberikan insight.
Baca Puluhan News dan Ratusan artikel lainnya di:
www.foodizz-news.com/id/category/news
www.foodizz.id/artikel
Foodizz Academy
Education I News I Consulting
Follow: www.instagram.com/foodizz.id/
Follow: www.youtube.com/c/FoodizzChannel

Disclaimer:
Diunggah {{ article.formatted_published_at }}